Resume Materi 5

Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh Yang Efekftif
Bersama Bpk Indra Charismiadji


Model Pendidikan Terbuka Jarak Jauh - Dual Mode - Ajoefahmi

Sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu pembelajaran di mana kurikulum yang dikembangkan menuntut sekolah mengubah pendekatan pembelajaran. Yakni yang berpusat pada pendidik (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peseta didik (student centered learning). Pembelajaran abad 21 sebagai solusi menhadapi Revolusi Industri 4.1. Akan tetapi dalam pelaksanaanya kita masih dihadapkan pada berbagai hal yang menjadikan pembelajaran belum berjalan sesuai yang diharapkan.

Salah satu program dalam rangka melaksanakan pembelajaran abad 21 dengan menggunakan model pembelajaran Daring (dalam jaringan). Dalam pembelajaran daring bukan hanya pada ceramah tetapi lebih pada penguasaan konten atau materi ajar yang akan disampaikan. Digitalisasi pendidikan ini sangat dipengaruhi oleh 3 (tiga) hal atau sering dikenal dengan 3I Framwork :
1.    Infrastruktur : berkaitan dengan alat (sarana dan prasarana) yang akan digunakan baik on line maupun off line yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran
2.    Infostruktur : berkaitan dengan informasi yang bisa digunkan dalam pembelajaran, misalnya sekolah mempunyai domain sendiri sehingga mempunyai program khusus yang bisa digunakan sekolah untuk memperlancar pembelajaran.
3.    Infokultur : berkaitan dengan membangun kultur atau budaya era digital yang berbeda dengan era non digital terutama bagi guru-guru.
Guru-guru diharapkan bisa dan mau meng-up great pembelajaran sesuai eranya, dan peserta didik dapat menemukan teori sendiri dan informasi yang paling tepat sehingga mereka lebih mandiri.

Ketika pembelajaran di sekolah sudah menggunakan sistem digital (digitalisasi pendidikan), kemudian muncul pertanyaan “Apa fungsi guru di Abad – 21?”. Fungsi guru pada pembelajaran abad 21 adalah :
1.      Guru sebagai leader : guru tetap di depan dan memberikan contoh atau teladan  kepada peserta didik (Ing ngarso sung tulodo)
2.      Guru sebagai motivator : guru mendorong peserta didik untuk rajin belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber (Ing madya mangun karso dan Tutwuri handayani)
3.      Guru sebagai fasilitator :
a. Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses, dan penelitian.
b. Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya dan mengomunikasikan ide ilmiah mereka, menyediakan sarana yang merangsang siswa berpikir secara produktif. menyediakan kesempatan dan pengalaman yang paling mendukung proses belajar siswa. guru harus menyemangatipeserta didik, perlu menyediakan pengalaman konflik
c. Memonitor, mengevaluasi dan menunjukkan apakan pemikiran siswa jalan atau tidak. guru menunjukan dan mempertanyakan apakah pengetahuan peserta didik itu berlaku untk menghadapi persoalan baru yang berkaitan. guru membantu mengevaluasi hipotesis dan kesimpulan peserta didik.
Sehingga kolaborasi guru dengan peserta didik adalah sesuatu yang tidak dapat tergantikan meskipun dengan kecanggihan teknologi.

Pembelajaran ini sangat didambakan oleh semua guru dan peserta didik karena dirasakan lebih kreatif, inovatif, dan kekinian. Namun kenyataan di lapangan belum semua instansi memiliki sarana prasarana yang memadai terutama untuk daerah-daerah pedalaman atau pinggiran seperti di lingkungan penulis. Semoga seiring dengan semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga diimbangi dengan kemajuan sumber daya manusia dan kelengkapan sarana prasarana yan ada.
Semoga…. Aamiin


Agus Purwadi
SMP N 4 Ponjong

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog